Di sini saya akan memberikan contoh makalah sederhana. Bagi kaum terpelajar terutama pelajar tingkatan SMP dan seterusnya akan merasa tidak asing lagi dengan yang nama nya Makalah. Makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif. Kalau begitu kalian bisa melihat contoh makalah berikut ini.
Makalah Ilmu Pengetahuan Alam
SISTEM
PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA & ATOM,ION, DAN MOLEKUL
Disusun oleh
: KELOMPOK 1 * Kelas VIII-F
Ketua :
*RIKEU RELAWATI
Anggota :
*LEONIKA MAHADENA PUTRI
*TRI GUSTIA HERNANDA
*CANDRA BUDIANA
*NOVIK SYARIFFUDIN
SMP Negeri 1
Kadipaten
Tahun Ajaran
2014/2015
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.
wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat
rahmat dan kasih-Nya, atas kesehatan yang kami terima serta petunjuk-Nya lah
kami diberi kemudahan dan kelancaran dalam membuat makalah untuk tugas Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) yang telah kami rangkai sedemikian mungkin.
Kami
menyadari kekurangan-kekurangan pada makalah kami ini, namun kami menyajikan
makalah kami ini dengan semaksimal mungkin. Karena itu kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
makalah kami ini.
Harapan kami, semoga makalah
ini membawa banyak manfaat bagi kita semua, setidaknya memberi sedikit
informasi tentang hal-hal yang belum kita ketahui.
Akhir kata, kami
ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam proses
pembuatan makalah ini. Khususnya kepada guru IPA kami, Ibu Wiwin Sumiati S.Pd.
Juga kepada rekan-rekan satu kelompok yang telah bekerja sama satu sama lain
dalam pembuatan makalah ini.
Wassalamu’alaikum Wr.
Wb.
DAFTAR ISI
Kata
pengantar.........................................................................
Daftar
isi..................................................................................
BAB 1 Sistem Peredaran Darah pada Manusia
A. Darah..................................................................................
B. Alat Peredaran
Darah.........................................................
C. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah...........................
BAB 2 Atom, Ion, dan Molekul.............................................
A.
Atom...................................................................................
B. Molekul…..........................................................................
C. Ion.......................................................................................
BAB
1
SISTEM
PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA
A. Darah
Darah merupakan alat transportasi atau alat
pengangkutan yang paling utama dalam tubuh kita. Ada beberapa fungsi penting
darah bagi tubuh, yaitu sebagai berikut.
1.
Mengangkut
sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.
2.
Mengangkut
oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil
karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru.
3.
Mengangkut
hormone dari pusat produksi hormone ke tempat tujuannya di dalam tubuh.
4.
Mengangkut
sisa-sisa metabolism sel untuk dibuang di ginjal.
5.
Menjaga
kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36ᵒC sampai 37ᵒC.
6.
Membunuh
kuman yang masuk ke dalam tubuh.
1. Komposisi
Darah
Darah memiliki
komposisi yang terdiri atas sekitar 55% cairan darah (plasma) dan 45% sel-sel
darah. Terdapat tiga macam sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel
darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
a. Plasma Darah
Sekitar 91% plasma
darah terdiri atas air. Selebihnya adalah zat terlarut yang terdiri dari
protein plasma (albumin, protrombin, fibrinogen, dan antibody), garam mineral,
an zat-zat yang diangkut darah (zat makanan, sisa metabolisme, gas-gas, dan
hormone). Fibrinogen yang ada dalam plasma darah merupakan bahan penting untuk
pembekuan darah jika terjadi luka.
b. Sel-Sel Darah
Sel-sel darah pada
manusia, terdiri atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit),
dan keping darah (trombosit).
1) Sel Darah
Merah (eritrosit)
Darah berwarna merah karena adanya sel-sel darah
merah. Sel darah merah berbentuk bulat gepeng yang kedua permukaannya cekung.
Sel darah merah mengandung Hemoglobin, Hemoglobin (Hb) merupakan protein yang
mengandung zat besi. Fungsi hemoglobin adalah untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida dalam darah.
Hemoglobin berwarna merah, karena itu sel darah merah berwarna merah.
2) Sel Darah
Putih (leukosit)
Sel darah putih sesungguhnya tidaklah berwarna
putih, tetapi jernih. Sel darah putih bentuknya tidak teratur atau tidak tetap.
Fungsi sel darah putih adalah untuk menjaga.
Sel darah putih memiliki inti sel tetapi tidak berwarna atau tidak
memiliki pigmen. Berdasarkan zat warna yang diserapnya dan bentuk intinya sel
darah putih dibagi menjadi lima jenis, yaitu basophil, neutrophil, monosit,
eosinofil, dan limsofit.
3) Keping Darah
(trombosit)
Keping darah berbentuk bulat atau lonjong. Ukuran
keping darah lebih kecil daripada sel darah merah. Jumlahnya kurang lebih
300.000 pada tiap 1mm3 darah. Keping darah hidupnya singkat, hanya 8 hari.
Keping darah berfungsi pada proses pembekuan darah.
2. Golongan
Darah
Salah satu sistem penggolongan darah
yang banyak digunakan adalah sistem AOB. Berdasarka sistem ini darah
dikelompokkan menjadi 4 golongan darah, yaitu golongan darah A,B, AB, dan O.
B. Alat
Peredaran Darah
Darah dapat mengalir di
dalam tubuh karena ada mesin pemompanya, yaitu jantung. Di dalam tubuh, darah
senantiasa berada di dalam pembuluh-pembuluh darah, baik itu pembuluh yang
besar maupun pembuluh yang kecil.
1. Jantung
Jantung terletak dalam
rongga dada agak sebelah kiri, di antara paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
Massanya kurang lebih 300 gram, besarnya seberas kepalan tangan. Jantung
memiliki fungsi untuk memompa darah.
Jantung manusia terbagi
atas empat ruangan, yaitu serambi kanan dan serambi kiri serta bilik kiri dan
bilik kanan. Bagian bilik (ventrikel) jantung berdinding lebih tebal
dibandingkan serambi (atrium) jantung. Hal ini berhubungan dengan fungsinya
untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga harus lebih kuat. Adapun dinding
bilik kanan lebih tipis karena fungsinya hanya memompakan darah ke paru-paru.
2. Pembuluh
Darah
Berdasarkan aliran
darahnya, pembuluh darah dibedakan menjadi dua macam, yaitu pembuluh nadi atau
pembuluh arteri (pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung) dan
pembuluh balik atau vena (pembuluh darah yang mengalirkan darah menuju jantung.
3. Peredaran
Darah
Sistem peredaran darah
pada manusia dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu peredaran darah paru-paru
(peredaran darah kecil) dan peredaran darah sistemik (peredaran darah besar).
4. Peredaran Limfa
Cairan limfa atau
cairan getah bening. Cairan limfa mengandung sel darah putih, fibrinogen, dan
keping darah yang ketiganya berfungsi dalam proses pembekuan darah dan mencegah
infeksi. Cairan limfa masuk ke dalam pembuluh limfa. Berbeda dengan pembuluh
darah yang memiliki peredaran darah tertutup, pembuluh limfa memiliki peredaran
terbuka. Alasannya, pembuluh limfa merupakan pembuluh kecil yang ujungnya
terbuka.
C. Gangguan pada
Sistem Peredaran Darah
1. Gangguan yang
Berhubungan dengan Darah
a. Anemia
Anemia adalah keadaan
tubuh yang kekurangan hemoglobin. Kadar Hb normal adalah 12-16% dari sel darah
merah. Jumlah sel darah merah normal 5 juta/mm3. Pada penderita anemia, kadar
Hb kurang dari normal.
b. Leukimia
Leukimia adalah
pertumbuhan sel-sel darah putih yang tidak normal. Jaringan yang seharusnya
membentuk sel darah merah justru membentuk sel-sel darah putih. Akibatnya,
jumlah sel darah putih melebihi normal sedangkan jumlah sel darah merah
menurun. Leukimia disebut juga kanker darah. Banyaknya sel darah putih ini,
menyebabkan sel darah putih menjadi “ganas”. Sel darah putih ini dapat memakan
sel-sel darah merah sehingga penderita dapat mengalami anemia akut.
c. Thalasemia
Penyakit keturunan
dimana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin dan sel darah merah. Akibatnya
penderita mengalami anemia.
d. AIDS
(Acquired Immunodeficiency Syndrome)\
Penyakit AIDS
disebabkan oleh virus, yaitu HIV (Human
Immunodeficiency Virus) yang menyerang sel darah putih manusia. Pada
pengidap penyakit AIDS, sel darah putihnya lebih cepat mati dan tidak
berfungsi. Hal tersebut terjadi karena penyakit AIDS merupakan penyakit yang
menyerang system kekebalan tubuh sehingga kekebalan tubuh tidak berfungsi. Jika
terkena infeksi atau suatu penyakit yang ringan sekalipun, system kekebalan
tubuhnya tidak akan bekerja. Akhirnya penderita dapat mengalami kematian.
2. Gangguan yang
Berhubungan dengan Jantung dan Pembuluh Darah
a. Penyakit
Jantung
Gangguan jantung
merupakan gangguan kerja jantung dalam memompa darah. Penyebabnya, antara lain
kelebihan kolesterol. Kolesterol yang berlebihan akan menyumbat pembuluh nadi
sehingga menghambat aliran darah. Penyebab lain adalah kegemukan (obesitas).
b. Tekanan Darah
Rendah
Penderita kelainan ini
memiliki tekanan darahnya berada di bawah normal. Pengembalian darah ke jantung
berkurang akibat kerja jantung menurun. Gejala yang biasa timbul adalah pusing,
lesu, penglihatan berkunang-kunang, dan sering pingsan.
c. Tekanan Darah
Tinggi
Gejala penyakit ini
adalah tekanan darah di atas normal. Jantung penderita bekerja lebih keras
bahkan dapat memecahkan pembuluh darah. Penyebabnya belum diketahui dengan pasti,
namun diduga berhubungan dengan kelebihan kolesterol yang mengakibatkan
menyempitnya pembuluh nadi. Penyebab lain adalah factor keturunan, stres, usia,
kebiasaan merokok, dan minuman beralkohol.
d. Varises
Gejala varises berupa
pembuluh balik yang melebar atau berkelok-kelok terutama pada kaki. Penyebabnya
adalah kaki terlalu berat menahan beban misalnya karena hamil atau terlalu lama
berdiri. Varises yang terjadi di daerah anus dinamakan ambeien.
BAB
II
ATOM,
ION, DAN MOLEKUL
A. Atom
Keberadaan partikel
terkecil yang menyusun materi, diajukan kali pertama oleh dua orang ahli
filsafat Yunani, yaitu Leucippus dan Democritus sekitar 450 tahun sebelum
Masehi. Kedua orang tersebut menyatakan bahwa semua materi disusun oleh
partikel-partikel yang sangat kecil sekali dan tak dapat dibagi-bagi lagi yang
disebut atom.
Hingga saat ini manusia
belum ada yang mampu melihat partikel terkecil pada zat secara langsung maupun
dengan bantuan alat mikroskop sekalipun. Dengan demikian, bentuk atom itu belum
pernah ada yang mengetahuinya.
Pada tahun 1808, John
Dalton mengajukan pemikiran tentang partikel kecil yang menyusun materi
tersebut. Adapun intisari dari pemikiran John Dalton mengenai atom tersebut,
yaitu:
a.
Setiap unsur terdiri atas
partikel-partikel terkecil yang tak dapat dibagi-bagi lagi, disebut atom.
b.
Semua atom dari unsur yang sama memiliki
ukuran dan massa yang sama. Atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki massa
yang berbeda pula. Dengan demikian, banyaknya macam atom sama dengan banyaknya
macam unsur.
c.
Atom-atom tidak dapat dirusak. Atom-atom
tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan melalui reaksi kimia.
d.
Melalui reaksi kimia, atom-atom dari
pereaksi akan memiliki susunan yang baru dan akan saling terikat satu sama lain
dengan rasio atau perbandingan bilangan tertentu.
B. Molekul
Gabungan dua atom atau
lebih yang berasal dari unsur yang sama atau berbeda disebut molekul. Jika atomnya
berasal dari unsur yang sama maka molekul tersebut disebut molekul unsur. Jika
suatu molekul tersusun atas dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda maka
disebut molekul senyawa. Unsur-unsur golongan gas mulia (VIIIA) tersusun atas
partikel terkecil kelompok atom. Adapun unsur-unsur golongan halogen (VIIA)
tersusun atas molekul unsur.
Bahwa molekul gas
oksigen tersusun atas dua atom unsur yang sama, yaitu atom oksigen sehingga
molekul oksigen termasuk molekul unsur
(rumus O2), sedangkan molekul-molekul gas karbon dioksida termasuk molekul
senyawa karena tersusun atas atom-atom dari unsur yang berbeda, yaitu satu atom
karbon dan dua atom oksigen (rumus CO2). Contoh lain dari molekul unsur adalah
molekul yang dibentuk oleh atom unsur hydrogen. Dua atom unsur hydrogen
membentuk molekul unsur diatomic (disusun oleh dua atom) dengan rumus kimia H2.
Selain unsur-unsur golongan halogen, unsur oksigen, dan unsur hydrogen, unsur
nitrogen juga tersusun atas molekul diatomic dengan rumus molekul N2.
Selain mampu membentuk
molekul diatomic, beberapa unsur bukan logam juga mampu membentuk molekul
poliatomik (molekul unsur yang tersusun atas tiga buah atau lebih atom).
Misalnya, ozon (O3) merupakan molekul yang tersusun atas tiga buah atom unsur
oksigen. Adapun belerang mampu membentuk molekul unsur yang tersusun atas 8
atom belerang (S8).
Contoh zat yang
partikel terkecilnya merupakan molekul senyawa adalah air. Air yang bisa kita
minum mengandung partikel-partikel terkecil yang disebut molekul air. Molekul
air ini tersusun atas dua atom unsur hydrogen dan satu atom unsur
oksigen (H2O).
C. Ion
Pada pertengahan abaad
ke-19, banyak hasil penelitian yang menunjukan bahwa banyak zat tidak disusun
oleh atom melainkan oleh partikel-partikel bermuatan yang disebut ion. Ukuran
partikel ini adalah sekitar ukuran atom dan molekul. Contoh: orang sudah mengenal
bahwa lelehan garan dan larutan garam dalam air dapat menghantarkan listrik.
Dalam peristiwa tersebut, muatan listrik mengalir dengan cara yang berbeda
dibandingkan dalam logam. Dalam logam, muatan listrik dibawa oleh electron.
Sebaliknya, dalam lelehan garam atau larutan garam dalam air, muatan listrik
dibawa oleh ion-ion (ion positif dan negatif).
Muatan electron
merupakan jumlah muatan terkecil yang
disebut sebagai muatan dasar (e). Muatan ion adalah satu kali atau beberapa
kali muatan dasar tersebut. Karena itu, muatan ion hanya dituliskan dengan
angka satu atau kelipatan dari muatan tersebut. Logam-logam membentuk ion-ion
bermuatan positif (kation). Ion-ion unsur bukan logam sebagian besar membentuk
ion bermuatan negatif (anion).
Zat-zat yang tersusun
atas ion memiliki muatan listrik netral. Hal ini disebabkan oleh jumlah jumlah
muatan positif dan negatif yang sama.
Disini kalian bisa menambahkan Penutup atau yang lain.
Semoga dapat bermanfaat.
Belajar lebih giat lagi ya... Untuk INDONESIA yang lebih maju..!!


